Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat Datang Di Dunia Peserta GPO Group 2 Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016 An. Muhammad Said . JL. Sungai Bialo No. B 88 / 27 Lingkungan Lamalaka Kelurahan Lembang Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan Kode Pos 92411. Terima kasih telah berkunjung , Kritik dan Saran anda senantiasa Kami harapkan. Semoga bermanfaat selalu. Amin . . . . Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Rabu, 30 November 2016

Belajar Dari Sebuah Pensil

Belajar Dari Sebuah Pensil




Sahabat . . . .
Dalam hidup setiap yang kita lihat ataupun yang kita lakukan ada sebuah hikmah yang dapat kita petik, sama hal nya pada cerita pendek penuh hikmah yang mungkin bisa menjadi inspirasi untuk kehidupan kita ke depan yaitu belajar dari sebuah pensil.

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab,
“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil , yaitu :

Pertama:

Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”. Pensil dituntun oleh tangan, Jadikan penuntun Kita adalah Allah Swt


Kedua:

Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.


Ketiga:

Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”. Penghapus selalu membenarkan kata kata kita dengan menghapus tulisan yang salah. Kita juga harus mendengar nasehat orang lain apabila kita salah dan segera introspeksi diri.


Keempat:

Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati - hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
Dalam hal ini yang ada dalam diri kita adalah hati dan nafsu, akal dan fikiran dan semua yg berasal dari dalam diri kita. Harus selalu kita kendalikan.


Kelima:

Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…
Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati - hati dan sadar terhadap semua tindakan” kita pun demikian , apa yang kita perbuat akan meninggalkan goresan baik atau buruk yang nantinya akan di hisab, maka berhati hatilah akan setiap goresan yang kita perbuat.



Jumat, 18 November 2016

Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia


Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia adalah simbol yang digunakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan insatansi di bawah naungannya. Simbol dengan semboyan tut wuri handayani yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara sang perintis pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada masa penjajahan Belanda.

Makna logo
Berikut ini adalah rincian tentang makna yang terkandung dalam logo yang digunakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia:
·         Bidang segi lima berwarna biru yang tersirat makna kejujuran, ketenangan, kesetiaan, kehandalan, keharmonisan, kesabaran, dan kepekaan.
·         Semboyan tut wuri handayani digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Pencantuman semboyan untuk penghargaan dan penghormatan bagi Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
·         Garuda dengan belencong berapi di dadanya menggambarkan sifat berani, mandiri, dinamis, gagah perkasa, dan penuh semangat mengarungi angkasa luas. Sepasang sayap dan ekor berjumlah lima helai merujuk pada Pancasila sebagai asas negara.
·         Buku merupakan kiasan sumber ilmu pengetahuan sebagai kekuatan menjalani kehidupan.
·         Garuda dan buku berwarna putih berarti kesucian, kebersihan, dan keikhlasan. Warna api yang merah berkobar berarti keagungan dan keluhuran pengabdian yang penuh keberanian dan rela berkorban membela kebenaran dan kebaikan.

 

 Penggunaan


Logo ini digunakan sebagai logo resmi untuk setiap instansi di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Logo yang diwajibkan untuk dipakai di seragam siswa dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas, seragam PGRI, dan seragam Pegawai Negeri Sipil di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Demikianlah sekilas logo ini , mohon kritikan dan sarannya untuk yang lebih baik dan bermanfaat.

Daring Guru Pembelajar, Siapa Takut? | PBM MATEMATIKA IWAN SUMANTRI

Daring Guru Pembelajar, Siapa Takut? | PBM MATEMATIKA IWAN SUMANTRI

Rabu, 16 November 2016

Lambang Daerah Bantaeng Butta Toa

Lambang Daerah Bantaeng Butta Toa 


§       Bintang emas bersudut lima : Perlambang pancasila.

§       Setangkai bulir padi berbutir 45 : Lambang kehidupan Sosial (pangan), jiwa tahun proklamasi dan warna Kuning emas lambang keagungan dan kejayaan.

§       Serangkai susunan kapas, berdaun 17 dan berbuah 8 : Perlambang kebutuhan sandang bagi kehidupan sosial Masyarakatnya, 17 lembar daun dan 8 buah kapas Perlambang jiwa tanggal dan bulan proklamasi, sedang Warna putih dan hijau lambang kesucian dan kesuburan.

§        Seulas rantai emas berserangkai 59 berselang - seling bulat dan segi empat : Rantai perlambang perikemanusian, Dan hubungan antara manusia dan potensi alamnya. Nama "kabupaten bantaeng" yang dilukiskan dalam Lingkaran rantai mengandung arti : kedaulatan rakyat.

§        Mata rantai : Perlambang tahun terbentuknya daerah Kabupaten bantaeng yang berotonomi.

§       Warna kuning emas : Perlambang dari keagungan dan kejayaan.

§        Kepala "Anoa" bertanduk runcing : Anoa, adalah sejenis hewan yang hidup khususnya dilereng Gunung Lompobattang, yang menggambarkan watak daripada masyarakat Kabupaten Bantaeng, yaitu tidak berkenan dijajah, sedang apabila kemerdekaannya diganggu, ia tetap melawan dengan menggunakan segala daya dan alat yang ada padanya perlambang sumber kekuatan dan sumber ispirasi yang diarahkan kepada tegaknya kebenaran dan keadilan.

§       Selembar daun kopi dan selembar daun kemiri : merupakan perlambang kesuburan tanah, dan produksi utama kopi dan kemiri sebagai sumber utama perekonomian rakyat. Warna hijau, melambangkan kesuburan tata kehidupan dan sifat kepahlawanan masyarakatnya.

§        Sebilah tombak : Tombak sebagai salah satu unsur kebudayaan daerah dengan nama tradisional "babba ejaya" (selubung merah), melambangkan sumber kekuatan dan keagungan masyarakat Kabupaten Bantaeng, untuk dijadikan alat bagi membela dan mempertahankan kedaulatan republikan indonesia sampai akhir zaman.

§        Puncak Gunung Lomppobattang : Gunung Lompobattang merupakan perlambang kekuatan / keagungan dan kesuburan tata perekonomian masyarakat Kabupaten Bantaeng dengan segala hasil-hasil alamnya yang melatarbelakangi perikehidupan sosial masyarakatnya.

ARTI DAN MAKNA LAMBANG LOGO TUTWURIHANDAYANI | VISIUNIVERSAL PENDIDIKAN

ARTI DAN MAKNA LAMBANG LOGO TUTWURIHANDAYANI | VISIUNIVERSAL PENDIDIKAN